![]() |
| https://umma.id/ |
TIDUR DI MASJID PEMKOT
“Jumatku kasur, pengkhotbahnya kipas angin, membacakan ayat ngorok nan syahdu.” (Robi Aulia Abdi)
Gimana backpacknya guys, udah kumal? Karena habis dipakai keliling menikmati indahnya ciptaan Allah. Istirahat dulu aja di rumah, sekalian memutus rantai Covid-19, hehe.
Lagi-lagi di Kota Surabaya, orang Jawa Timur kalau belum nginjek tanah Surabaya sepertinya kurang afdal, berhubung Ibu kota provinsi yang banyak menyimpan berjuta-juta misteri. Apa nggak malu? Orang luar negeri aja menuntut ilmu sampai Surabaya, masa orang Jawa malah nggak pernah singgah.
Sebelum ke inti cerita, saya kasih tahu sedikit tentang Surabaya. Surabaya merupakan kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jabodetabek yang meliputi daerah Gerbangkertosusilo. Kota ini terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan, karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan pemuda-pemudanya dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dari serangan penjajah. Pada masanya, Surabaya pernah menjadi kota terbesar di Hindia Belanda dan menjadi pusat niaga yang sejajar dengan Hongkong dan Shanghai.
Oke, para jomblo bisa merapat, karena kita senasib. Huhuhu. Tipe kebanyakan anak-anak setelah lulus SMP, kalo nggak nglanjutin ke SMK dengan niat supaya cepat dapat pekerjaan ya ke SMA dengan niat mau menuntut ilmu dulu, karena mereka yakin kalau perihal kerja sudah diatur oleh Allah. Semua terserah hati anda masing-masing, sejatinya segala sesuatu tergantung dari niat yang kita sepakati dalam hati.
Saya sendiri mending masuk SMA, kalau dipikir-pikir niat kerja dini belum tumbuh dari lubuk hati, wkwk. Tapi sebanarnya saya lulus dari MAN bukan dari SMA, karena dulu saya sempat mengira kalau sekolah di MAN itu agama tetap diprioritaskan, memang iya tapi segalanya tetap kembali ke pribadi masing-masing.
Udahlah basa-basinya, langsung aja ke topik. Pasti seorang pelajar mendambakan bisa studi lanjut ke universitas yang famous, begitu bukan? Hingga merelakan semua untuk mencapai targetnya. Pasti kalian sendiri sudah tahu nama dari berbagai universitas terbaik di Indonesia, saya belum di sini belum siap menyebutkannya, karena saya salah satu dari sekian banyak orang yang belum diberi kesempatan untuk belajar dengan almamater yang didambakan. Tapi ingatlah, masih banyak saudaramu di luar sana yang belum mendapatkan pendidikan yang layak, selagi kamu bisa menuntut ilmu tetaplah bersyukur entah di manapun tempatnya.
Saat itu, saya berusaha mengikuti hampir semua tes seleksi masuk perguruan tinggi negeri dan islam negeri, berharap ada cadangan jika belum lolos,
- SPAN
- UMPTKIN
- SNMPTN
- SBMPTN
- MANDIRI
Dari kalian mungkin juga ada yang seperti ini. Dari kelima tes, yang paling mengena adalah tes MANDIRI, SIMAK UI, saya berangkat ke Surabaya dengan kereta api dengan biaya murah meriah lima belas ribu rupiah, dengan tujuan akhir stasiun wonokromo.
“Gimana lulus SIMAK UI, nggak?” saya bukan bahasa itu. Namanya juga pelajar yang masih berjuang dengan uang saku yang pas-pasan, semua dikorbankan demi cita-cita. Saya pergi ke Surabaya sendiri tanpa seorang pun yang saya kenal, dan saat itu sebenarnya ada teman, tapi berhubungan kosnya jauh terpaksa saya cancel, lantas bakal tidur di mana? Selagi ada Allah semua akan beres.
Tidak habis pikir, semua tergantung Google Maps, berjalan adalah satu-satunya alat transportasivyang paling hemat. Hengkang dari stasiun wonokromo pukul 17.24 WIB, saya mencari masjid untuk tempat istirahat dan tempat tidur untuk mempersiapkan diri ujian di esok hari. Alhamdulillah saya memutuskan istirahat masjid pemkot Surabaya, berhubung lokasinya yang terdekat dengan lokasi ujian, ya mau gimana lagi?
Untung ada yang senasib dengan saya, salah satu peserta SIMAK UI pula, dengan raut wajah muram mungkin juga tidak ada tempat untuk memulihkan tenaga, saya memberanikan diri mengajaknya untuk istirahat masjid pemkot.
“Kok berani sih?” demi sebuah cita-cita seorang akan melakukan segalanya. Alhasil, kami berdua izin kepada Satpol PP setempat untuk istirahat bersama mereka untuk mempersiapkan SIMAK UI di esok hari.
Hadanallah Wa Iyyakum, semua pasti akan ada jalan selagi kita bertakwa kepada-Nya. Haqqul Yakin, apapun segala sesuatu selagi ada niat baik, pasti bakal dibalas kebaikan pula.

Semangat azizi 🌈
BalasHapushehe siap mbak.. Gabung ke Komunitas aja biar rame
BalasHapus